Selasa, 12 April 2016

Sabtu, 09 April 2016

Cara Cara Menaksir (Aproksimasi) dalam Pramuka




APROKSIMASI ( MENAKSIR )

I. Pengartian
Menaksir adalah suatu ilmu perhitungan dengan menggunakan metode mengira-ira/penaksiran. Oleh karena itu apabila hasilnya berselisih beberapa cm maka hasil penaksiran dianggap baik.
Hal-hal yang biasa ditaksir yaitu seperti:
(1) menaksir lebar,
(2) menaksir tinggi,
(3) menaksir arah mata angin,
(4)menaksir berat,
(5)menaksir kecepatan arus, dll.

dalam hal ini saya akan membahas sebanyak banyaknya metode yang saya bketahui dalam menaksir

A. Menaksir Tinggi

Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :

1. Metode Setigiga

2. Metode bayangan

Dapat dilakukan apabila ada sinar matahari dan keadaan memungkinkan.

Keterangan :
A = Tinggi tongkat
B = Tinggi yang ditaksir
A’= Bayangan tongkat
B’= Bayangan tinggi yang ditaksir


Rumus :

B = D x A
      A


B. Menaksir Lebar Sungai

Menaksir lebar semisal lebar sungai, menjadi salah satu teknik kepramukaan yang mengasyikkan. Apalagi banyak cara dan metode yang bisa digunakan untuk menaksir lebar. Untuk menaksir lebar para pramuka bisa memilih metode perbandingan segitiga, segitiga siku-siku (45 derajat), 1/4 lingkaran, gelombang parabola, dan metode lainnya. Dan kali ini akan menguraikan cara menaksir lebar sungai dengan metode perbandingan segitiga.

Menaksir sendiri merupakan aktifitas “menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, ukuran, dan sebagainya) dengan kira-kira”. Dari pengertian itu menaksir lebar dapat diartikan sebagai mengira-ngira lebar suatu obyek. Dalam kepramukaan banyak jenis ketrampilan menaksir seperti menaksir tinggi, menaksir lebar, menaksir kecepatan, menaksir kedalaman, menaksir berat, dan lain-lain.

Menaksir, termasuk menaksir lebar, selain akan sangat berguna saat dipraktekkan dalam kegiatan di alam terbuka pun termasuk salah satu materi dalam Syarat Kecakapan Umumterutama SKU Penggalang Ramu dan SKU Penggalang Terap sebagaimana SK Kwarnas No. 198 Tahun 2011.


1. Melakukan Penaksiran Lebar dengan Metode Perbandingan Segitiga

Sebagaimana disampaikan di awal tulisan, banyak metode dan cara yang bisa dilakukan untuk melakukan penaksiran lebar. Salah satu metode menaksir lebar adalah dengan menggunakan metode perbandingan segitiga. Cara ini dianggap lebih sistematis, akurat, serta mudah. Sehingga selain hasil yang dihasilkan mendekati kenyataan, pelaporan kinerja akan lebih sistematis serta memudahkan dalam penilaian dan verifikasi ulang.

Dengan metode perbandingan segitiga ini, penaksiran dapat dilakukan menyesuaikan dengan kondisi dan luas medan karena rumus perbandingan yang digunakan bersifat fleksibel.




Untuk melakukan penaksiran lebar dengan menggunakan metode perbandingan segitiga lihat gambar dan langkah-langkah berikut ini:





Langkah-langkah menaksir lebar sungai:

1. Tentukan titik di seberang sungai yang mudah diingat semisal terdapat pohon, 
    batu, bangunan, atau rumpun semak. Ini berguna saat nanti dilakukan 
    pengintaian di langkah selanjutnya. Namai titik itu sebagai titik "A".

2. Tentutan titik "B" yang sejajar dengan titik "A". Tandai titik "B" dengan cara 
    salah satu teman berdiri di atasnya atau dengan obyek lain semisal tongkat 
    yang ditancapkan.

3. Tentukan titik "C" sambil mengukur jaraknya (bisa dengan langkah atau 
    tongkat) dengan menyusuri tepi sungai. Jarak antara titik "B" dan "C" terserah. 
    Ingat, antara titik "A, B, dan C" harus membentuk segitiga siku-siku dengan    
    siku-siku berada di titik "B".

4. Tandai titik "C" sebagaimana cara menandai titik "B".

5. Tentukan titik "D" dengan cara berjalan kembali sejauh setengah dari jarak 
   "BC" sehingga "CD = 1/2 BC". Seumpama jarak BC adalah 8 meter maka jarak 
   CD sejauh 4 meter. Ingat, antara titik "B, C, dan D" harus merupakan garis        
   lurus.

6. Tentukan titik "E" dengan cara berjalan ke arah kiri sehingga antara titik "C", 
   "D", dan "E" terbentuk segitiga siku-siku dengan sudut siku-siku di titik "D".

7. Saat berjalan menuju titik "E" intai atau bidik titik "A" melewati titik "C" 
   sehingga antara titik "E", "C", dan "A" terbentuk garis lurus. Jika telah terbentuk 
   garis lurus berhentilah dan tandai itu sebagai titik "E".

8. Ukur jarak antara titik "D" dan "E"

9. Untuk menghitung taksiran lebar sungai tinggal mengalikan dua jarak DE. 
   Sehingga jika jarak DE adalah 4,3 meter maka lebar sungai adalah 2 X 4,3 = 
   8,6 meter.




Sekarang tinggal membuat laporan penaksiran lebar sungai seperti berikut: 

­



2. Perbandingan Fleksibel

Di awal pembahasan langkah-langkah penaksiran lebar sungai dengan metode perbandingan segitiga dikatan bahwa metode ini bersifat fleksibel sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi atau luas medan. Rumus metode ini memang fleksibel tidak harus "AB = 2 x DE" namun rumus bisa juga dirubah menjadi:
·                     "AB = DE"; di mana pada langkah ke-5 di atas, jarak CD tidak setengah BC tapi jarak CD sama dengan jarak CD (Jika CD = 10 meter maka BC = 10 meter). Ini bisa dipilih jika lokasi penaksiran luas atau sungai yang diukur agak semepit.
·                     "AB = 4 x DE"; di mana pada langkah ke-5 di atas, jarak CD tidak setengah BC tetapi jarak CD adalah seperempat CD (Jika CD = 4 meter maka BC = 2 meter). Ini bisa dipilih jika lokasi penaksiran sempit atau sungai yang diukur sangat lebar.
·                     Bahkan jika sungai yang hendak diukur lebih lebar lagi, mungkin bisa menggunakan rumus "AB = 6 x DE"; "AB = 8 x DE"; bahkan "AB = 10 x DE";


Namun menaksir lebar dengan menggunakan metode perbandingan segitiga ini hanya bisa digunakan jika kondisi medan mendatar dan bukan perbukitan yang naik turun. Jika demikian, sila gunakan metode menaksir lebar yang lain.



 3. menaksir lebar sungai menggunakan topi pet
 
               Jika sungai yang kita temukan sangat lebar.
      Contoh: danau/ngarai maka teknik ini bias digunakan sebai berikut;
      a) Tentukan titik sasaran A (pohon yang tinggi)
      b) Berdiri di titik B


      c) Kitamulai dengan melihat ujung sungai di seberang dengan melirik ujung topi (a), dan badan kita bergeser pelan-pelan kearah kanan/kiri disisi sungai, apa bila sudah kita lihat di ujung topi (b) maka berhenti bergeser, tempat kita berdiri sekarang adalah titik C.


C. Menaksir berat

Terdapat beberapa metode atau teknik dalam menaksir berat. Cara pertama adalah dengan mengangkatnya secara langsung. Dengan cara ini diperlukan ketelitian dan latihan secara terus menerus sehingga mampu menaksir berat sebuah benda yang dipegang atau diangkat secara langsung.

Untuk berlatih melakukan teknik menaksir ini angkatlah dengan tangan kanan benda yang telah diketahui beratnya, semisal batu seberat 1 kg. Lalu pada tangan sebelah kiri angkat pula benda lain yang beratnya sama. Setelah itu gantilah salah satu benda dengan benda lain yang berbeda beratnya. Lakukan berulang kali sehingga kita terbiasa mengangkat dan mampu membedakan benda dengan berat-berat yang berbeda.

Teknik ini memang kurang efektif dan cenderung memiliki resiko kesalahan yang besar. Namun dalam situasi terpaksa dan membutuhkan kecepatan, teknik ini bisa dicoba.

Teknik menaksir berat yang kedua adalah dengan membandingkan berat benda dengan menggunakan timbangan sederhana. Timbangan ini bisa kita buat sendiri dengan menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar kita.

Cara melakukan penaksiran beratnya adalah sebagai berikut :

·        Siapkan benda yang telah kita ketahui beratnya, semisal minuman dalam botol, buku, dll. Benda ini seumpama diibaratkan B1 dengan berat 1 kg
·        Siapkan benda yang akan ditaksir beratnya. Benda ini seumpama kita namai B2.


·       Buatlah timbangan seperti pada gambar di bawah.


        Tentukan jarak antara B1 dengan pusat tumpuan timbangan (dalam gambar dinamai J1). Semisal 10 cm.
·        Latakkan benda yang ditaksir (B2) diseberang B1. Atur (maju mundurkan B2) sehingga posisi B1 dan B2 setimbang.

·        Ukurlah jarak dari pusat tumpuan timbangan ke B2 (dalam gambar dinamai J2). Semisal 30 cm.


     Maka berat benda yang kita taksir (B2) dapat kita ketahui dengan rumus :





Jadi berat benda yang ditaksir adalah 0,57 kg

D. Kecepatan Arus

Teknik menaksir kecepatan arus air sungai menjadi salah satu teknik kepramukaan tentang menaksir yang sudah selayaknya diketahui dan dikuasai oleh pramuka. Sebagaimana teknik menaksir lainnya, semisal menaksir tinggi dan menaksir lebar sungai, menaksir kecepatan menjadi salah satu syarat dalam kecakapan umum.

Dalam SKU Penggalang Rakit dan SKUPenggalang Terap, kemampuan dan keterampilan menaksir kecepatan arus air menjadi salah satu syarat yang diujikan. Dalam masing-masing kecakapan umum tersebut disebutkan, bahwa:

·        Dapat menggunakan kompas dan membuat Peta Pita, manaksir kecepatan arus dan kedalaman (Materi SKU Penggalang Rakit Nomor 24)
·        Dpat menaksir kecepatan arus air dan kedalaman sungai (Pencapaian Pengisian SKU Penggalang Rakit Nomor 24 poin 3)
·        Dapat membuat peta perjalanan, peta lapangan, menjelaskan rumus menaksir: tinggi, lebar, kecepatan dan kedalaman (Materi SKU Penggalang Terap Nomor 24)
·        Pernah menjelaskan rumus menaksir tinggi, lebar, kecepatan arus air dan kedalaman sungai (Pencapaian Pengisian SKU Penggalang Terap Nomor 24 Poin 3)
Lalu bagaimana cara dan teknik menaksir kecepatan arus air sungai? Akan kita pelajari!

Cara Menaksir Kecepatan Arus Air



Untuk melakukan teknik kepramukaan penaksiran kecepatan arus air, salah satunya bisa menggunakan metode sebagai berikut:




1. Satu orang berdiri di titik A dan satu orang lagi berdiri di titik B (perhatikan gambar di atas). Jarak antara A dan B harus ditentukan terlebih dahulu, semisal 1 meter, 5 meter, atau 10 meter tergantung kecepatan arus air, dimana semakin cepat arus lebih baik semakin jauh.
2. Orang A (orang yang berdiri di titik A) membawa benda yang bisa terapung, sedangkan orang B (orang yang berdiri di titik B) membawa pengukur waktu (stopwatch atau jam).
3. Orang A menjatuhkan benda ke air. Bersamaan dengan itu Orang B menghidupkan penghitung waktu dan mematikannya saat benda tersebut sampai di orang B.


4. Lakukan penghitungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


Dimana:
·        v = kecepatan; dengan satuan detik/meter; menit/meter; jam/km dll
·        s = jarak; dengan satuan meter, kilometer (km) dll
·        t = waktu; dengan satuan detik; menit; atau jam
Contoh :
·        jarak antara A dan B (s) 10 meter

·        waktu benda terapung mengalir dari A ke B (t) 3 menit


Maka kecepatannya adalah:

Jadi kecepatan arus air sungai tersebut adalah 3,33 meter/menit.



Cara ini juga dapat digun akan untuk mengukur kecepatan angina tapi menggunakan jarak 2 m saja.







Senin, 28 Maret 2016

AD dan ART Pramuka Munas 2013


AD dan ART Pramuka Munas 2013



KEPUTUSAN
MUSYAWARAH NASIONAL GERAKAN PRAMUKA 2013
NOMOR: 11/Munas/2013
TENTANG
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
GERAKAN PRAMUKA


          Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
Menimbang : 

a. bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Gerakan Pramuka yang disahkan dengan Keputusan
M u n a s l u b G e r a k a n P r a m u k a N o m o r
05/Munaslub/2012 perlu diubah dan disesuaikan
dengan perkembangan, keadaan, dan kepentingan
Gerakan Pramuka;

b. bahwa Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 (Munas
2013) telah menyusun dan membahas perubahan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Gerakan Pramuka;

c. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan
dengan Keputusan Munas 2013.

Kamis, 26 Februari 2015

Sejarah dan Arti Lambang Gerakan Pramuka


Lambang Gerakan Pramuka
Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.

 Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soenardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.

Bentuk dan Arti Kiasan

                Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :

1.Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan CIKAL, dan istilah “Cikal Bakal” di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

2.Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.

3.Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

4.Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

5.Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

6.Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.


Penggunaan Lambang

Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.


Gambar lambang gerakan pramuka

Rabu, 25 Februari 2015

Sejarah Gerakan Pramuka Indonesia terlengkap


Sejarah Pramuka – Pramuka merupakan kependekan dari Praja Muda Karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Di Indonesia sendiri penggunaan istilah “Pramuka” baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sejatinya telah ada sejak jaman penjajahan belanda dengan nama kepanduan. Taukah anda sejarah pramuka di dunia dan di Indonesia? maka simak asal usul pramuka di bawah ini.

 
                                            Sejarah Pramuka di Dunia





Istilah pramuka hanya digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout.  Gerakan yang juga disebutScouting atau Scout Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara fisik, mental, dan spiritual. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari. Selanjutnya pada tahun 1908 Baden Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.

Pada tahun 1912 dengan bantuan adik perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.

Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul  “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.

Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.

Jambore Dunia

Di tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.

Jambore Dunia ke-I di laksanakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell  diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ).

Pelaksanaan Jambore dunia selanjutnya:

§  Tahun 1924 ke II                 di Ermelunden, Copenhagen, Denmark

§  Tahun 1929 ke III               di Arrow Park, Birkenhead, Inggris

§  Tahun 1933 ke IV                di Godollo, Budapest, Hongaria

§  Tahun 1937 ke V                 di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda

§  Tahun 1947 ke VI                di Moisson, Prancis

§  Tahun 1951 ke VII               di Salz Kamergaut, Austria

§  Tahun 1955 ke VIII             di Sutton Park, Sutton coldfild, Inggris

§  Tahun 1959 ke IX                di Makiling, Philipina

§  Tahun 1963 ke X                 di Marathon, Yunani

§  Tahun 1967 ke XI                di Idaho, Amerika Serikat

§  Tahun 1971 ke XII               di Asagiri, Jepang

§  Tahun 1975 ke XIII             di Lillehammer, Norwegia

§  Tahun 1979 ke XIV             di Neishaboor, Iran (tetapi dibatalkan)

§  Tahun 1983 ke XV              di Kananaskis, Alberta, Kanada

§  Tahun 1987 ke XVI             di Cataract Scout Park, Australia

§  Tahun 1991 ke XVII            di Korea Selatan

§  Tahun 1995 ke XVIII          di Belanda

§  Tahun 1999 ke XIX             di Chili, Amerika Serikat

§  Tahun 2003 ke XX              di Thailand

§  Tahun 2007 ke XXI              di Britania Raya

§  Tahun 2011 ke XXII            di Scania, Swedia

§  Tahun 2015 ke XXIII           di Yamaguchi, Jepang

§  Tahun 2019 ke XXIX           di West Virginia


Sejarah Pramuka di Indonesia



Ternyata gagasan organisasi Boden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda. Di belanda gerakan pramuka dinamai Padvinder. Pada masa itu Belanda yang menguasai Indonesia pun membawah gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

Dalam perkembangan pemimpin-pemimpin gerakan nasional membentuk organisasi kepanduan dengan tujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan siap menjadi kader pergerakan nasional. Dalam waktu singkat muncul berbagai organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Kemudian pemerintah Hindia Belanda memberikan larangan penggunaan istilah Padvindery.  Maka K.H. Agus Salim mengganti nama Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan menjadi cikal bakal dalam sejarah pramuka di Indonesia.

Setelah sumpah pemuda kesadaran nasional juga semakin meningkat, maka pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung melebur menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada tahun 1931 dibentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) kemudian pada tahun 1938 berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia organisasi Kepanduan dilarang. Maka banyak dari tokoh Pandu yang beralih dan memilih masuk masuk Keibondan, Seinendan, dan PETA.

Setelah proklamasi kemerdekaan kembali dibentuk orgasisasi kepanduan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 dan menjadi satu-satunya organisasi kepanduan.

Pada tahun 1961 organisasi kepanduan di Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan dan terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Sadar akan kelemahan terpecah-pecah akhirnya ketiga federasi yang menghimpun bergabung menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Sejarah pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.

Tentunya banyak yang bertanya, kenapa peringatan hari Pramuka di peringati pada 14 Agustus?. Hal tersebut dikarenakan pada tanggal 14 Agustus 1961 adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia, sehingga di tetapkan sebagai hari Pramuka yang di ikuti dengan pawai besar. Sebelumnya presiden juga telah melantik Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari.

Sejarah Baden Powell Bapak Pramuka Sedunia terlengkap | Pramuka




Biografi Baden Powell





Nama lengkap                        : Robert Stephenson Smyth Lord Baden-Powell Of Gilwell

Tempat / Tanggal Lahir          : London ( Inggris ) / 22 Februari 1857.

Wafat                                      : Nyeri, Kenya 8 Januari 1941.

Nama Ayah                             : Prof.Domine Baden Powell.

Nama Ibu                                : Miss Henrietta Grace Smyth.

Nama Saudara                       : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes,  

                                                  Henrietta,            Jessie dan Baden Fletcher.

Nama Istri                               : Olave St.Clair Soames ( Lady Baden Powell ).

Nama Anak                             : Peter, Heather dan Betty.

Buku – Buku Karya BP           : Scouting For Boys, Aids To Scouting, Rovering to Success dsb.

      Pendiri Gerakan kepanduan, yaitu Robert Stephenson Smyth Lord Baden-Powell Of Gilwell, adalah seorang tentara Inggis yang merupakan lulusan Charterhous Scool. Bergabung dengan pasukan Hussars ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 sampai 1898, BP sukses bertugas di India, Afghanistan, Zulu dan Ashanti. Sebelum dan masa perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari pasukan kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari pasukan berkuda, Afrika Selatan, dan letnan kolonel dari pengawal naga ke-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899). Karena keberanian dan pengabdiannya selama mempertahankan kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepungan musuh, dipromosikan menjadi mayor jendral.

          Baden-powell kemudian kembali ke Inggris, pada tahun 1908 BP menjadi letnan jendral. Dianugrahi gelar kesatria tahun 1909, kemudian menjadi pensiunan dari dinas militer pada tahun berikutnya. Bp membentuk The Boys Scouts  di tahun 1908, dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikan The Girl Guides,  organisasi serupa untuk para anak-anak dan remaja putri.

Berikut data-data penting dari Baden-powell / BP (para pandu biasa memanggilnya) :

*    BP dilahirkan di kota London, Inggris, pada tanggal 22 februari 1857.

*    Nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Lord Baden-Powell Of Gilwell.

*    Tetapi para pandu biasa memanggilnya dengan sebutkan BP.

*    Nama kecil dari Baden-powell adalah Ste, Stephe atau Stepheson (paling sering dipanggil dengan nama Steevie). Dipanggil dengan nama Robert atau Sir Robert, setelah mendapat gelar kesatria dari raja Inggris.



*    Ayah dari Baden-powell adalah Proff. Domine Baden-pawell seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris. Beliau menikah dengan Miss Henrietta Grace Smyth, seorang putri dari Admiral kerajaan Inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth.

*    Baden-powell dilahirkan dalam sebuah keluarga besar. Baden-powell mempunyai Sembilan orang saudara, yaitu : Warrington, George, Agustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, dan Baden Fletcher.

*    BP bertambah akrab dengan saudara-sudaranya sejak sepeninggalan ayahnya, yang meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia tiga tahun BP telah menjadi anak yatim. Sehingga sejak usia sangat muda, BP dituntut untuk hidup mandiri.

*    BP telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya dukungan oleh kekerasan hatinya serta keteguhan ibundanya tercinta Ny. Henriette Grace.

*    Ny. Henrietta Grace memasukan BP ke Charterhouse Scool di tahun 1870.

*    Selain pandai belajar sehingga BP meraih besiswa, BP juga mengikuti banyak kegiatan ekstra seperti :

·         Marching Band

·         Klub menembak (Rifle Chorps)

·         Teater, kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan  

          drama bersama sahabatnya Kenneth Mc Laren.

·         Melukis dan menggambar, gambar/illustrasi sering mengisi karya tulisnya

·         Kipper keseblasan Charterhouse.

*    Di Charterhouse School inilah BP mendapat julukan lainya, yaitu “Bathing-Towel”.

*    Di usia 19 tahun BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian memutusan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich.

*    Setelah lulus dari akedemi militer tersebut BP ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu letnan.

*    Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempangaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.

*    BP dikenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak kawannya. Salah seoarang sahabat terdekat adalah Kenneth Mc Laren. Kebersamaan mereka telah menghasilkan banyak pengalamanan baik dalam kedinasan, pementasan drama, maupun berburu hewan liar (babi hutan).

*    Selama bertugas di Afrika, Baden-powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya makin bertambah. karena keberaniannya, Baden-Powell mendapat julukan IMPEESA dari suku-suku setempat seperti : Zulu, Ashanti dan Metebele. Impeesa mempunyai arti “Srigala yang tidak pernah tidur”.





*    Pada tahun 1908, Baden-Powell menulis

buku Scouting For Boys, sebuah

mahakarya[1] yang sangat spektakuler.

Buku inilah yang mengakibatkan

perkembangan kepanduan

semangkin besar. Buku

ini menyebar diseluruh

daratan Eropa sampai ke

daerah-daerah jajahan.

*    Pada tahun 1910, Baden-Powell

meletakkan jabatanya didinas

ketentaraan dengan pangkat terkhir

adalah Letnan Jendral. Mulailah

Badden-Powell berkonsentrsi penuh

untuk mengembangkan kepanduan

kesuruh dunia.

*    Pada tahun 1912, Baden-Powell

mengadakan perjalanan keliling dunia

untuk menemui para pandu diberbagai Negara. Baden-Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (lady Baden-Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Peter, Heather dan Betty.

*    Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara jamboree dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan Jambore tersebut (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World atau bapak pandu sedunia. Baden-Powell juga dianugrahi gelar Lord Baden-Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja George V.

*    Setelah keliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang-Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia[2], BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian Baden-Powell kembali ke tanah yang amat dicintainya, Afrika.

*    Baden-Powell menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya wafat pada tanggal 8 Januari 1941 dan diantar di atas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ketempat peristirahatan terahir.

KUMPULAN SANDI PRAMUKA TERLENGKAP 2018


Kata sandi berasal dari bahasa Sanskerta, yang artinya rahasia. Karena itu maka tulisan rahasia disebut sandi, atau tulisan-tulisan yang dirahasiakan. Huruf atau kata sandi sulit dimengerti kecuali kalau kita mengetahui  kunci atau cara memecahkannya.
Asal mula sandi ini berasal dari para pahlawan jaman dulu yang suka berkelana  dan suka berpindah-pindah tempat tinggal,untuk itu mereka harus memiliki  kata sandi dan bisa mempergunakannya berbagai bentuk sandi untuk mengecoh / mengelabui lawan-lawan atau musuhnya. Sekitar tahun 3000 SM, di Kerajaan Babilonia telah ditemukan tulisan cuneiform. Untuk mengirimkan berita rahasia antar kota, mereka menulis pesan di kepala para budak yang baru dicukur, lalu menunggu sampai rambutnya tumbuh. Kemudian budak itu dikirim ke tempat yang dituju. Di tempat tujuan, kepala budak dicukur kembali untuk mengetahui pesan yang tersembunyi.

Senin, 08 September 2014

Jumat, 05 September 2014

PELATIHAN DAN PEMBINAAN


RANTAU, Berapa anggota 5 MOVEMENT membantu Pembina Mtsn 2 Rantau dalam pendidikan dan pelatihan anggota pramuka penggalang di Mtsn 2 Rantau Gudep 011-012. Jum’at sore(05/09/14)
                Yang bertugas:
1.M. Lutfi Firdaus
2.M. Razidi
3.Kaspul Anwar
4.Edi Junaedi ,dll….


Berikut foto hasil kegiatan

Senin, 01 September 2014

5 MOVEMENT DIKUKUHKAN MENJADI OSIS MAN 1 RANTAU


Saat pengukuhan osis MADRASAH ALIYAH NEGRI 1 RANTAU tahun 2014-2015,semua anggota 5 MOVEMENT menjadi pengurus osis...

1. Edi junaedi(tungau 1) : wakil ketua 2
2. M. Ananto (tungau 2 ) : ketua osis
3. Kaspul anwar ( tungau 3) : kordinator ke agamaan
4. M. Razidi (tungau 4): kordinator olahrag,dan
5. M. Luthfi firdaus (tungau 5): wakil ketua 1

 foto penyerahan buku kegiatan osis kepada 
M. luthfi firdaus

 foto setelah selesai pengukuhan


 foto pada saat hendak di kukuhkan


 foto saat menyanyikan 
MARS MANSARA

foto penyerahan SK PENGURUS oleh kepala sekolah BP. Hilal najmi kepada ketua osis 
M. Ananto







RANTAU,1 SEPTEMBER 2014